Terbangun dengan udara yang masih erat melilit sekujur kulit dengan hawa sejuknya seraya masih dinyanyikan oleh nyanyian jatuhnya air hujan yang membentuk sebuah rima indah dipagi hari ini membuat malasku mencapai tingkat tertinggi untuk membebaskan diri dari hangatnya cengkeraman selimut butut yang mempunyai banyak sejarah dalam dua tahun belakangan ini… Jikalau tidaklah teringat pada tugas harian sebagai ojek pengantar adik perempuanku yang magang pada sebuah hotel didepan kompleks rumahku,tidaklah aku beranjak dari indahnya suasana kamarku dipagi ini…
Ritual pagi pun dimulai,bangun dengan rambut yang acak kadut (sumpah benci rambut lagi nanggung gini),bau yang semerbak entah beraroma apa yang pasti lumayan menjadi obat pencahar yang baik untuk orang yang lagi gak sakit perut seraya melongok pendamping setiaku yang berbentuk persegi panjang kecil berwarna hitam yang bernama handphone…,tak ada pesan fikirku… Agh..,aku saja lah yang menyapanya,sekedar cuap-cuap selamat pagi dan sejenisnya,tak haram juga fikirku… Paling-paling masih tidur,itu yang terlintas dibenak saat aku menunggu pesanku yang tak juga berbalas…,aku terlampau malas untuk beranjak dari tempat tidur karena terbuai hawa sejuknya hujan ditengah november ini hingga jemariku asik beraksi diatas keypad handphone kecilku sembari mengirim sms iseng keseorang teman…
Aku: mau tanya,boleh..? Send
Dia : Boleh asal jangan yang susah dan menyesatkan,heee
Aku: Gak jadi deng,yang ini menyesatkan soalnya,hahahahaha… Send
Dia : Kalo gitu aku aja yang nanya..
Aku: Sep…Send
Dia : Gene..,seandainya ada orang yang menunjukkan jalan kebahagiaan kamu mau mengikutinya??
Ngantuk dan malasku pun hilang karena tergugah sebuah pertanyaan sederhana yang menurut otak idiotku lumayan rumit…,akupun mencari kata-kata yang tepat untuk menjawabnya…,dan aku menjawab…
Aku: Ndak..,karena kebahagiaan dia (maksudnya orang yang ngajak) belum tentu kebahagiaanku juga,menurutku kebahagiaan itu tidak datang sendiri atau dicari tapi diciptakan… menurutmu apa yang membuat aku bahagia pagi ini??? Send
Dia : Kamu bahagia kalo ada sietha disampingmu apalagi harinya dingin kaya gini,wahahahahaha…
Aku: Itu nafsu namanya..,Dodol!!! cukup segelas kopi panas,sebatang rokok menthol dan sedikit cemilan sambil ngobrol ringan tanpa harus saling memuji pun jadi laaaah,bagiku itu udah surga buat hari ini… Send
Dia : Jah..,masa iya?? menurutku gak ada kebahagiaan selain membuat orang lain bahagia..
Aku: Kamu tahu kenapa kalo kita membawa anak kecil dipesawat yang kecelakaan kita duluan yang harus memakai masker oksigen??? (yang ini pinjem dari kata-katanya mbak dee) Send
Dia : Hmm…,mungkin orang yang lebih tua lebih cepet kehabisan oksigen (guuuubraaaaakkkk!!!),meneketehe… hehehhee…
Aku : Itu artinya,kita tidak bisa menyelamatkan orang lain sebelum menyelamatkan diri kita sendiri… Jadi bisa gak membahagiakan orang lain sebelum kitanya sendiri bahagia??? Think about that… Send
Dia : I see…,tapi kalo bisa diselamatkan bareng,takutnya telat…
Aku: Yagh ndak bisa seenaknya gitu donks…! Hidup itu milih,dan pilihan itu cuman ada dua,dari jaman dinosaurus ampe jaman om google sekarang ndak bisa ngambil kedua pilihan itu sekaligus… Send
Dia : Eits..,apa segh yang gag didunia ini?? mau jaman dino kek,mau jaman apa kek,kalo bisa diselamatin dua duanya kenapa enggak??? (lha kok ngotot yaaagh?)
Aku: Hahahahaha..,kelihatan egoisnya,tapi wajarlah manusiawi kok…,tapi realitanya ndak bisa ngambil keduanya tanpa harus milih…,hahahahha…,knock knock… Send
Dia : Realita itu sebuah kepastian yang tidak pasti…,apa yang ndak bisa?? meski dengan keyakinan aja belum cukup,semuanya harus melalui proses perjuangan yang berat untuk menyelamatkan keduanya bahkan lebih dan tak harus selalu memilih…!!!
Woooow….!!! cuman itu yang keluar dari mulutku yang masih berhiaskan iler disana sini karena belum lah beranjak dari tempat tidur sedari aku bangun pagi ini saat membaca pesan dari temanku tersebut yang penuh dengan sifat optimis dan semangat yang luar biasa hebat walaupun harus mengindahkan kenyataan…,jujur aku tak mempunyai sifat seperti itu
Aku: Realita itu hari ini,bukan esok atau kemarin,jadi hari ini kamu memilih apa..?? Send
Dia : Yagh…,hidup itu memang pilihan,dan kalaupun disuruh milih pasti harus salah satunya saja,tapi aku mau mendapatkan keduanya walaupun berat (masih ngotot dia)
Tak sempat aku tuk membalas pesan terakhir darinya sudah terdengar teriakan mamaku untuk perintahkan aku mengantar icha adikku sekalian membayar tagihan PDAM dirumahku…,walaupun sejujurnya aku merasa tertarik dengan isi obrolan yang kacau kesana kemari dari tadi… Tapi ada satu pelajaran berharga lagi yang aku dapat dari hasil bersmsan tak jelas dipagi ini,yaitu sifat optimisnya temanku yang merasa sangat tertantang untuk meraih apa yang dia inginkan walaupun dia harus berhadapan dengan dua pilihan dan dia menginginkan keduanya sekaligus tanpa memikirkan beratnya usaha yang akan menghadangnya disaat proses pelaksanaannya…
Dan yang paling menusuk…,aku tak mempunyai sifat itu